InnoContest 2009

Info selengkapnya klik disini

Info selengkapnya klik disini
Diposkan oleh wisma sejahtera bandung di 05:45 0 komentar
Label: innocontest
Akan diadakan Family Gathering atau Reuni Senior YKKM Bandung dan GMKI Bandung yang akan diselenggarakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu, 15 Agustus 2009
Pukul : 16.00 WIB-selesai
Tempat : Komplek Dago 109, Jl.Ir.H.Juanda no 109 Bandung.
Telp : 022-2508552
Mohon kehadiran seluruh civitas YKKM Bandung dan mengkonfirmasi kehadirannnya ke email : ykkm_bandung@yahoo.com.
Tuhan Memberkati.
Diposkan oleh wisma sejahtera bandung di 21:42 0 komentar
Diposkan oleh wisma sejahtera bandung di 16:45 0 komentar
Diposkan oleh wisma sejahtera bandung di 21:26 0 komentar
Diposkan oleh wisma sejahtera bandung di 14:52 0 komentar
Label: fun raising YKKM 2009
ACE Greenberg, partner senior dan CEO Bear Stearns, pernah mengungkapkan, kesuksesan sering diraih orangorang yang bergelar PSDs (poor, smart, with a deep desire to become wealthy).
Mereka adalah orang-orang miskin,pintar tetapi punya hasrat yang kuat untuk menjadi kaya. Ungkapan Grrenberg serasa menekankan bahwa kesuksesan sejati itu bisa diraih siapa pun tanpa harus ada unsur dinasti (keturunan). Greenberg juga menekankan bahwa hidup itu terlalu singkat (life is too short).Rasanya baru kemarin seorang bayi lahir, lalu hari-hari berikutnya menjadi anak-anak, kemudian remaja dan dewasa.Dalam pandangan Greenberg, dalam waktu yang singkat itu, hidup dua tipologi manusia.
Pertama,mereka yang melewati banyak waktu tetapi tidak menghasilkan apa-apa.Kedua,mereka yang mengisi waktu dengan karya tiada henti karena mereka sadar kehidupan ini akan cepat berlalu. Pandangan inilah yang kemudian menjadi indikator bahwa orang sukses adalah orang-orang yang berada dalam kelompok kedua. Mereka berjuang dengan segenap usaha dan tenaga untuk mewujudkan ambisinya. Pandangan Greenberg ini juga yang kerap menjadi inspirasi bagi sejumlah keluarga untuk meraih kesuksesan.
Kisah sebuah keluarga yang anggotanya menuai keberhasilan dalam karier di Indonesia tanpa unsur dinasti sering menjadi inspirasi banyak orang. Hal ini pun kerap menjadi pelajaran bagi orangtua. Perlakuan orangtua terhadap anaknya sangat dipengaruhi beberapa faktor. Untuk meraih kesuksesan dalam berkeluarga,tidak jarang posisi anak menjadi penting.
Banyak orangtua yang menjadikan anaknya sebagai aset penting. Itu sebabnya, orangtua mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anaknya sejak dini. Hal ini pula yang dilakukan Roesmiati Supandji, ibu Hendarman Supandji (Jaksa Agung). Kepada SINDO, Roesmiati menuturkan bahwa dirinya mendidik keenam putranya sejak masih dalam kandungan atau janin (baca: Mendidik Anak Sejak Janin). Roesmiati yang menikah dengan dr Supandji pada 27 April 1944 itu dikaruniai 6 anak.
Putra pertamanya, Hendarto Supandji, kini menjadi dosen di Universitas Diponegoro (Undip),Semarang.Anak kedua Hendarman jadi Jaksa Agung,sedangkan anak ketiga, Hendarti Pramono Supandji, psikolog dan dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Anak keempat,Mayjen TNI Hendardji Supandji, menjabat sebagai Asisten Pengamanan KSAD.Prof Dr Budi Susilo Supandji yang merupakan anak kelima menduduki posisi Dirjen Potensi Pertahanan di Departemen Pertahanan (Dephan),dan putra bungsunya, Tri Sasongko Supandji,sebagai pengusaha.
Tentu saja kesuksesan yang dicapai keenam putraputrinya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Roesmiati yang kini sudah berusia 84 tahun,tetapi terlihat masih energik itu. Dia merasa berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik. Keluarga lain yang juga tergolong sukses menjadikan anak-anaknya berkarier cemerlang adalah pasangan H Djiran Bahjuri dan Siti Rohana.
Meski berprofesi sebagai guru SD di Poris Plawad,Tangerang,H Djiran berhasil menjadikan anak keduanya, Nur Hassan Wirajuda, sebagai sosok yang dikenal masyarakat. Ya, dialah Menteri Luar Negeri saat ini. Sementara anak ketiga H Djiran, Wahidin Halim, kini menjabat sebagai Wali Kota Tangerang periode 2003–2008. Hassan dan Wahidin adalah dua dari delapan bersaudara yang tergolong sukses dalam karier. Kesuksesan juga dirasakan keluarga Firmansyah yang berkiprah di dunia ekonomi.
Sebut saja Erry Firmansyah yang kini menjabat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sementara adiknya, Rinaldi Firmansyah,memimpin PT Telkom Tbk sebagai direktur utama. Adiknya yang lain, Evi Firmansyah, kini menjabat Wakil Direktur PT Bank Tabungan Negara (persero). Meski begitu, ketiganya saling menjaga integritas dalam berprofesi.Tidak ada yang saling memanfaatkan satu sama lain.Setidaknya,ketiganya berusaha untuk tidak terlibat dalam insider trading.
Maklum, saat ini PT Telkom tercatat sebagai emiten di lantai bursa.Terlebih,di pasar modal ada aturan ketat yang menyatakan, pihak-pihak terafiliasi dengan emiten dan mengetahui informasi orang dalam yang lalu menggunakan informasi tersebut untuk bertransaksi saham dapat dikenai sanksi berupa pidana atau denda cukup besar,maksimal Rp 15 miliar. Pihak terafiliasi adalah termasuk anak, istri, suami,kakak,atau adik.
Seperti dikutip tokohindonesia. com,menurut Erry, tidak ada resep khusus dari orangtua yang menjadikan anak-anak dalam keluarga Firmansyah memiliki karier cemerlang. Ibunya mendidik mereka biasa saja seperti kebanyakan keluarga lain. ”Kalau saat belajar ya harus belajar,kalau waktunya main yaboleh main,”katanya. Keluarga profesional lain yang juga sukses adalah keluarga Soemarno, yakni Rini MS Suwandi dan Ari H Soemarno.
Rini,mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam Kabinet Gotong Royong, merupakan adik kandung dari Ari yang kini menjabat Direktur Utama PT Pertamina (persero). Kesederhanaan adalah kunci yang selalu dijalankan Rini, wanita kelahiran Maryland, Amerika Serikat,9 Juni 1958. Kesederhanaan adalah pengajaran yang didapatkan Rini dari ayahnya, Soemarno. Ia ingat bagaimana ayahnya harus berjalan 14 km setiap harinya untuk pulang pergi ke sekolah. Padahal, secara status,kakeknya punya kedudukan cukup terpandang di masanya.
Dia seorang lurah di sebuah desa kecil di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ayahnya juga selalu mengajarkan akar darah kepada Rini.Meski dia lahir di Negeri Paman Sam, ayahnya selalu mengingatkannya bahwa dia adalah orang Indonesia. Itu sebabnya,di AS dia sempat dimasukkan sekolah tari Jawa. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam)
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/195623/38/
Diposkan oleh wisma sejahtera bandung di 01:06 0 komentar
Label: Kisah Para Penuai Sukses
© Blogger template 'Blue Sky' by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP